kejujuran itu,,
bagai jalan berjalur 2,,
kadang membawa qta ke kanan,,
kadang membawa qta k kiri,,
kejujuran itu,,
bagai 2 sisi mata uang,,
di satu sisi membuat keadaan baik,,
di satu sisi membuat keadaan buruk,,
kejujuran itu,,
bagai pedang bermata 2,,
di suatu saat dy memulihkan,,
di suatu saat dy menusuk,,
kejujuran itu,,
bagai 2 bagian bumi,,
satu bagian terang,,
satu bagian gelap,,
yang pasti,,
kejujuran itu,,
kadang membuat qta tersenyum,,
kadang membuat qta menangis,,
ada apa siy dengan kejujuran??
Rabu, 07 Januari 2009
what's wrong with honesty??
Senin, 07 April 2008
Beda Suka, Sayang, & Cinta
SUKA adalah saat kamu melihatnya, dan kamu akan berkata, "Ia sangat cantik dan menawan."
SAYANG adalah saat kamu melihatnya, dan kamu akan melihatnya dari hatimu dan bukan dari matamu.
CINTA adalah saat kamu melihatnya, dan kamu akan berkata, "Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."
Pada saat kamu SUKA pada seseorang, kamu akan memaksanya untuk menyukaimu.
Pada saat kamu SAYANG pada seseorang, kamu akan membiarkannya memilih.
Pada saat kamu CINTA pada seseorang, kamu akan selalu menantinya dengan setia dan tulus.
Saat kamu SUKA pada seseorang, kamu ingin memilikinya.
Saat kamu SAYANG pada seseorang, kamu ingin membuatnya bahagia.
Saat kamu CINTA pada seseorang, kamu mau melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kamu harus mengorbankan jiwamu.
Saat kamu berada di sisi orang yang kamu SUKA, kamu akan bertanya, "Bolehkah aku menciummu?"
Saat kamu berada di sisi orang yang kamu SAYANG, kamu akan bertanya, "Bolehkah aku memelukmu?"
Saat kamu berada di sisi orang yang kamu CINTA, kamu akan menggenggam erat tangannya...
SUKA adalah saat dimana kamu akan menemaninya bila itu menguntungkan.
SAYANG adalah saat dimana kamu akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
CINTA adalah saat dimana kamu akan menemaninya apapun keadaanmu.
SUKA adalah saat ia menangis, dan kamu akan berkata, "Sudahlah, jangan menangis."
SAYANG adalah saat ia menangis, dan kamu akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kamu akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."
Pada saat orang yang kamu SUKA menyakitimu, kamu akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kamu SAYANG menyakitimu, kamu akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kamu CINTA menyakitimu, kamu akan berkata, "Tak apa, dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."
SUKA adalah hal yang menuntut.
SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
CINTA adalah hal memberi dengan tulus.
-anonim-
edited by ^nouphz^
Senin, 24 Maret 2008
Kisah 3 Pohon
edited by ^nouphz^
Tuhan Setia
Sebuah suku Indian memiliki cara unik dalam mendewasakan anak laki-laki mereka. Ketika seorang anak laki-laki dianggap telah cukup umur untuk ‘didewasakan’, anak tersebut akan diantar masuk ke dalam hutan dengan mata tertutup.
Setelah hari menjadi gelap, tutup mata anak itu dibuka, lalu orang yang mengantarnya ke dalam hutan tadi pergi meninggalkannya. Anak tersebut akan dianggap dewasa jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.
Malam semakin larut. Hutan mulai mengeluarkan suara-suara menyeramkan: auman serigala, bunyi dahan gemerisik.. Setakut apapun anak itu, ia tetap berusaha diam agar ‘lulus ujian’. Waktu terasa begitu lama berlalu. Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun. Hingga akhirnya, mulai tampak sedikit cahaya pagi.
Si anak ini mulai merasa lega dan gembira. Lalu, ia mengalihkan padangan ke sekelilingnya. Ia kaget ketika melihat ayahnya berdiri tak jauh dari situ dengan posisi siap menembakkan anak panah dan golok terselip di pinggang, menjagainya sepanjang malam. Jika ada hewan buas, si ayah bermaksud dapat segera melepaskan anak panahnya sebelum hewan buas itu mendekati anaknya sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.
Dalam mengarungi kehidupan ini, kita terkadang merasa Tuhan ‘kejam’ melepaskan kita, anak-anakNya ke dalam dunia yang jahat ini. Sering kali kita tidak dapat melihat penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Tapi satu hal yang pasti dan harus kita yakini, Ia setia, Ia mengasihi kita, dan selalu menjaga kita.
“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23: 4)
-anonim-
edited by ^nouphz^
Selasa, 04 Maret 2008
Terserah Qta
1 burung dapat menyiarkan musim semi
1 bintang dapat memandu kapal di laut
1 lilin dapat menyapu kegelapan
1 lagu dapat menyalakan suatu momen
1 senyuman dapat memulai persahabatan
1 tepuk tangan dapat membangkitkan jiwa
1 kata dapat membingkai tujuan
1 suara dapat mengubah suatu negara
1 tawa dapat menaklukan kesuraman
1 langkah dapat mengawali perjalanan
1 harapan dapat membangkitkan semangat
1 sentuhan dapat menunjukan kita peduli
1 hidup dapat membuat perbedaan
Kita tahu, semuanya terserah kita!!
-anonim-
edited by ^nouphz^
Dia Masih Menunggu
“Sekarang sudah hampir jam 6 pagi. Siap-siap bangunkan Sisi! Hari ini dia akan kuliah pagi. Jangan sampai dia terlambat,” perintah Nuel.
“Baik, Tuan,” sahut Gabriel, orang kepercayaan Nuel.
Gabriel segera melesat ke kamar Sisi lalu membangunkan gadis 19 tahun itu. “Non Sisi, ayo bangun. Ini sudah pagi. Hari ini, Non ada kuliah pagi kan?”
“Huuh, bentar lagi ah. Masih ngantuk nih,” keluh Sisi.
“ Aduh, Non. Non harus bangun sekarang, nanti telat lho. Non kan mandi sama dandannya suka lama.”
“Huuh, iya, iya. Niy Sisi bangun,” gertaknya sambil menghentakkan tubuhnya dari posisi berbaring ke posisi duduk,”Puas, puas?!”
“Ih, si Non. Pagi-pagi kok udah merengut? Tuan Nuel udah nunggu di luar kamar tuh. Mau disuruh langsung masuk aja, Non?”
“Ga usah deh. Aku mau mandi dulu, baru nemuin dia.”
“Baik, Non,” sahut Gabriel sambil meninggalkan kamar Sisi.
Di luar kamar, Nuel sudah menunggu. “Bagaimana? Sisi mau langsung menemuiku?”
“Katanya setelah mandi saja, Tuan,” jawab Gabriel.
“Ya, sudah. Kalau begitu, saya tunggu di di ruang makan saja. Cepat siapkan sarapan.”
“Baik, Tuan.”
Baru 50 menit kemudian, Sisi menemui Nuel di ruang makan. Seperti kata Gabriel, Sisi memerlukan waktu lama untuk sekedar mandi dan berdandan. “Pagi, Nuel,” sapanya dengan girang.
“Pagi, Sisi. Ayo duduk dan makan sarapanmu,” ajak Nuel.
“Ayo. Kayaknya sarapan pagi ini enak,” gumamnya sambil mengamati makanan yang tersaji di meja dengan senyuman.
Sisi pun makan dengan terburu-buru. Tanpa permisi, ia segera melesat ke kampusnya karena takut telat. Walaupun sudah mengebut sepanjang jalan, ia baru samapai di kampus jam 07.05. Sambil komat-kamit berdoa agar tidak dimarahi dosen, ia berjalan menuju kelasnya. Tapi rupanya, sang dosen belum tiba di kelas, melainkan masih berjalan menuju kelas dari arah yang berlawanan. Sambil mensyukuri hal itu, Sisi segera melesat masuk kelas mendahului sang dosen.
Selesai kuliah, Gabriel menelepon Sisi. “Kuliah Anda sudah selesai, Non?
“Sudah,” jawab Sisi sekenanya.
“Perlu saya jemput sekarang?”
“Ya, boleh. Saya makan siang bentar, ya?”
“Baik, Non.”
“Sudah dulu, ya.”
“Sebentar, Non. Ini, Tuan Nuel ingin bicara.”
“Ah, ntar aja deh. Udah laper banget niy.”
“Baik, Non. Akan saya sampaikan.”
Di rumah.
“Bagaimana? Sisi mau bicara dengan saya sekarang?” tanya Nuel penuh harap.
“Belum, Tuan, katanya nanti saja. Dia sudah kelaparan,” jawab Gabriel.
“Ya, sudah. Sekarang kamu jemput dia. Hati-hati di jalan, ya.”
“Baik, Tuan. Saya pergi dulu.”
Dengan hati-hati, Nuel menjemput Sisi di kampus. Rupanya Sisi sudah menunggu di depan gerbang kampusnya. Kelihatannya dia sangat lelah. Tanpa banyak basa-basi, mereka kembali ke rumah. Sisi segera melesat ke arah tangga.
“Lho, Non mau kemana?”
“Ya, ke kamarlah.”
“Tapi, Tuan Nuel sudah menunggu Non di ruang tengah sedari tadi. Sebaiknya Non temui beliau dulu.”
“Aduh, aku ngantuk banget. Ntar aja, ya.” Sisi melanjutkan perjalanannya ke kamar, berganti kostum, lalu segera tidur dengan pulasnya.
Gabriel bergegas ke ruang tengah menemui Nuel.
“Non Sisi sudah tiba, Tuan.”
“Apakah sekarang dia sudah mau menemui saya?”
“Non Sisi bilang dia sangat mengantuk dan ingin tidur dulu.”
“Ya, sudah, biarkan dia beristirahat dulu. Mungkin dia kecapekan. Kalau begitu nanti saja, saya menemuinya.”
Hari sudah sore ketika Sisi terbangun dari tidurnya. Ia bergegas mandi dan berdandan. Setelah merasa siap, ia turun ke bawah dan bertemu dengan Gabriel.
“Wah, rapi sekali. Non mau kemana?”
“Anterin ke Plaza Ambassador, dong. Aku mau jalan sama Rena. Jadi, ntar mampir ke rumah Rena buat jemput dia. Oke?”
“Baik, Non. Mmm, sebelum pergi, bagaimana kalau Non menemui Tuan Nuel dulu?”
“Aku lagi buru-buru. Ntar ajalah, pulang dari sana.”
Sisi sangat menikmati sore itu. Ia memang sangat mengitari mal, apalagi jika ditemani oleh sahabatnya, Rena. Mereka biasa ke mal untuk sekedar makan, nonton film, belanja, atau sekedar window shopping. Malam sudah larut ketika akhirnya Sisi tiba di rumah kembali.
“Huah, akhirnya sampai juga,” seru Sisi sambil berjalan menuju tangga.
“Non sudah mau tidur?”
“Belum.”
“Bagaimana kalau sekarang Non menemui Tuan Nuel?”
“Gimana, ya? Ntar aja gimana? Masih ada tugas kuliah yang mau aku selesain. Paling cuma sebentar kok. Kalau udah selesai, aku langsung nemuin Dia deh,” kata Sisi sambil melangkah menaiki tangga.
“Baik, Non. Akan saya sampaikan,” jawab Gabriel sambil menuju ke ruang tengah.
“Non Sisi sudah pulang, Tuan.”
“Kalau begitu, dia sudah bersedia menemui saya sekarang?”
“Belum bisa, Tuan. Katanya, masih ada tugas kuliah yang harus dia selesaikan terlebih dahulu. Tapi dia bilang hanya sebentar saja. Setelah tugasnya kelar, dia akan segera turun menemui Tuan.”
“Baiklah, biarkan dia selesaikan tugasnya dulu.”
Sisi mengerjakan tugas-tugasnya dengan sistem kilat agar segera selesai. Waktu sudah lewat tengah malam ketika akhirnya Sisi menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Saking ngantuknya, ia tidak ingat untuk turun ke bawah menemui Nuel dan segera tidur dengan nyenyaknya. Ketika Gabriel melintasi kamar Sisi, dilihatnya bahwa lampu kamar itu sudah dipadamkan, yang artinya Sisi sudah tidur. Segera, Gabriel menemui Nuel.
“Maaf, Tuan. Sepertinya Non Sisi tidak bisa menemui Anda kali ini. Dia sudah tidur sekarang.”
“Ya, sudah. Tidak apa-apa. Kelihatannya, ia sibuk sekali hari ini. Mungkin dia sangat lelah. Berjagalah selagi dia tidur. Saya akan menunggu untuk menemuinya besok.”
“Baik, Tuan.”
Pernahkah kita berada dalam situasi di atas? Bukan hanya pernah, sebagian besar dari kita pasti sering mengalaminya. Kita ini adalah sosok Sisi, Gabriel adalah sosok dari Roh Kudus, sementara Allah digambarkan dalam sosok Nuel. Kita tanpa sadar menenggelamkan diri dalam kesibukan kita sehari-hari, sehingga kita tidak bersedia menemui Allah. Kita hanya berdoa di saat kita ingat saja –biasanya adalah pada waktu ingin makan– selebihnya kita lupa sama Tuhan. Padahal, Tuhan udah mengirimkan Roh Kudus yang selalu mengingatkan kita. Tetapi acap kali, kita mengabaikan peringatan itu. Walau demikian, Tuhan tak juga lelah. Dia masih menunggu kita untuk menemuinya. Temuilah Tuhan ketika Dia masih berkenan untuk ditemui.. Dan lakukanlah, sekarang!
Minggu, 02 Maret 2008
Antara napi, Sampah, dan Qta..
Jumat, 29 Februari 2008
(F)ather (A)nd (M)other (I) (L)ove (Y)ou
Aku adalah anak pertama dalam suatu keluarga yang terdiri dari seorang ayah, seorang ibu, dan empat orang anak. Ketiga adikku bisa dibilang anak-anak yang sangat rewel dan sulit diatur. Kalo aku menasihati mereka, mereka malah menangis dan ujung-ujungnya, akulah yang kemudian dimarahi oleh kedua orang tuaku. Mungkin karena itu, aku jadi sering sebal pada mereka, pada Popz (ayahku) yang moody-an dan menurutku suka mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang keluarganya, Momz (ibuku) yang cerewet dan keras kepala, serta ketiga adikku yang sering berulah, berisik, dan membuat rumah berantakan.
I'm So Special..n So You are!!
Supaya makin oke, Tuhan itu nyiptain kita secara spesifik, sehingga ga ada satupun dari kita yang persis sama, biar kembar identik sekalipun. Kalo ga percaya, cek aja sidik jari kita. Di seluruh dunia, ga ada deh yang nyamain. Keren kan? Makanya, kita jangan pernah ngebandingin diri kita ama orang-orang di sekitar kita.
Walopun kita ini ciptaan yang spesial, kita ga lepas dari kelebihan dan kekurangan. Ya iyalah, kalo kita perfect, apa bedanya kita ama Tuhan? Mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya, 'kenapa siy kita mesti punya kelemahan?' Jawabannya, karena Tuhan adalah Allah yang rindu untuk dicintai dan dikasihi oleh kita, anak-anakNya (Kel. 20: 5-6). Dia tahu banget kalo yang namanya manusia suka lupa daratan kalo lagi seneng dan baru inget Tuhan kalo lagi susah. Tuhan pengen kita selalu bergantung sama Dia, baik senang maupun susah. Dia ingin kita memuji dan memuliakan Dia dengan kelebihan dan kekurangan kita. Banyak kejadian dimana Tuhan justru menggunakan kekurangan kita sebagai berkat bagi sesama kita dan tak jarang kelebihan yang kita miliki justru menimbulkan bencana jika kita salah menggunakannya.
Contohnya aja, Raja Daud yang di masa kecilnya diremehkan karena bentuk tubuhnya yang kecil. Tapi karena Tuhan menyertai dia, dia berhasil mengalah Goliat yang tubuhnya jauh lebih besar dari dia (I Sam. 17: 40-58). Sementara anaknya Salomo yang diberkahi Tuhan dengan hikmat, kebijaksanaan, dan kekayaan yang melimpah malah jatuh ke penyembahan berhala karena cintanya pada istri-istrinya (I Raj. 11: 1-13). Jadi, ga selamanya kelebihan jadi berkat dan kekurangan jadi bencana.
Nah kalo kita belum tahu apa kelebihan kita, coba deh ambil waktu sejenak untuk memikirkan apa kelebihan kita (Rm. 12: 6). Kalo belum nemu juga, jangan putus asa. Ingat, Tuhan memberi kita karunia yang beda satu dengan lainnya (I Kor. 1: 5-7). Jadi, minta Tuhan nunjukin kelebihan kita itu (I Kor. 7:7). Buat kita yang udah tahu kelebihan dan kekurangan kita, mulailah berkarya dan berkreasi untuk Tuhan (I Tim. 4: 14).
Ketika kita sukses dalam berkarya dan berkreasi, bahkan yang buat Tuhan sekalipun, kadang kita jadi lupa diri dan menganggap kesuksesan itu adalah buah kerja keras kita sendiri. Wah kalo udah begini, kita harus waspada karena berkat kita nantinya jadi macet dan ga bisa mengalir pada sesama kita. Sebaliknya, ketika kita gagal, jangan pernah ngejelekin diri sendiri apalagi dengan omongan karena lidah kita berkuasa lhow (Ams. 18:21). Gagal itu wajar kok dan kegagalan merupakan pelajaran untuk meraih sukses. Kalo ga percaya, kamu boleh baca buku-buku biografi orang-orang sukses tingkat nasional maupun internasional. Semua kesuksesan yang mereka raih merupakan buah kegagalan di masa lalu mereka.
Ingat lowh, kita ini spesial, ga ada duanya, dan Tuhan nyiptain kita dengan segala dan kelebihan kita dengan maksud dan tujuan yang ruarrr biasa. So, cintailah diri kita apa adanya dan ayo semangat berkarya dan berkreasi buat Tuhan!!

