Tampilkan postingan dengan label sekedar info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekedar info. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Juli 2008

Global Warming


Kayaknya ga ada basi-basinya deh buat ngomongin masalah yang satu ini. Apalagi di zaman sekarang yang emang makin parah aja. Ga Koran, ga majalah, sekarang berlomba-lomba mengangkat isu ini dalam rubrik mereka. Yang bikin aku heran, kok masih banyak aja orang yang ga ambil pusing sama masalah yang satu ini.

Banyak yang sudah tahu dampaknya, tapi kayaknya orang memang lebih suka menunggu terkena dampaknya dulu deh baru peduli. Jangan hanya menyalahkan pihak Lapindo yang bikin lumpur seluas lapangan sepakbola tiap hari atau orang-orang yang pada nebangin atau bakarin hutan, coba cek deh, kita masih suka buang sampah sembarangan, membiarkan lampu atau alat elektronik menyala saat tidak digunakan, atau membuang sisa makanan ga? Kalau iya, berarti kita juga turut menyumbang polusi untuk bumi dan masih kurang peduli lingkungan.

Bumi makin panas, banjir dan tanah longsor dimana-mana, pulau-pulau banyak yang sudah tenggelam, hewan langka pada punah, dan pastinya muncul berbagai wabah penyakit. Padahal cara mengurangi dampaknya cukup mudah kok. Kita ga harus ikutan organisasi yang khusus menangani masalah ini, tapi kita bisa mulai dengan peduli pada hal-hal kecil di sekitar kita.

Ingat pepatah “Ala bisa karena biasa” kan? Nah itulah tepatnya yang bisa kita lakukan. Kita bisa membiasakan diri kita untuk membuang sampah pada tempatnya, menghabiskan makanan dan minuman kita, memadamkam lampu dan mematikan alat elektronik yang tidak digunakan, mendaur ulang barang bekas, menge-print kertas bolak-balik, tidak menggunakan kendaraan bermotor pribadi untuk menempuh jarak yang dekat (ganti dengan naik kendaraan umum, sepeda, atau berjalan kaki), meminimalkan pengunaan tisu dan parfum spray, dsb.

Banyak yah?? Hehe, tapi ga susah kan?? Selain bisa mengurangi masalah global warming, kita juga bisa menghemat pengeluaran biaya sekaligus menyehatkan tubuh. Makanya, dicoba deh..

Jumat, 02 Mei 2008

Special 4 d Ladies!!

Belakangan ini, berbagai pihak mulai menyediakan fasilitas khusus bagi wanita. Misalnya saja, pihak hotel Alila dan Manhattan di Jakarta. Mereka sudah menyediakan lantai khusus wanita, alias Ladies Floor. Dari namanya, jelas bahwa lantai ini khusus wanita. Bila pria ketahuan berada di lantai ini, mereka akan segera digiring ke bagian keamanan hotel.

Lain lagi dengan yang dilakukan oleh pihak mal. Di Jakarta, mal seperti Pondok Indah Mall (PIM) 1 dan 2, serta Senayan, sudah menyediakan area parkir mobil khusus bagi pengemudi wanita yang dikenal dengan istilah Ladies Driver Parking Area. Jadi, para pengemudi wanita, tidak perlu bersusah-payah mengelilingi lapangan parkir mal lagi pada hari Senin-Jumat. Selain itu, terdapat petugas khusus di lapangan parkir ini yang siap sedia member aba-aba bagi para pengemudi dan dapat membantu jika para pengemudi mengalami kesulitan saat memarkirkan mobil mereka.

Sebenarnya, di Yogya juga sudah ada tempat yang menyediakan fasilitas khusus bagi wanita. Contohnya adalah adanya kafe/klub malam yang memberikan layanan berupa freepass dan drink gratis bagi wanita, yang umumnya diberikan pada hari Rabu.

Jika ditilik dari sisi ekonomi, jelas pengkhususan fasilitas ini adalah ide brilian dari para penyelenggara sarana umum demi menarik keuntungan ekonomi, baik untuk menarik konsumen baru sekaligus untuk mempertahankan konsumen lama.

Bahkan pemerintah pun turut serta ingin memberikan pelayanan khusus bagi wanita. Belakangan ini, muncul wacana untuk menambah armada bus dan kereta (terutama bus transjakarta) yang nantinya akan dikhususkan bagi para penumpang wanita. Hal ini dikarenakan tingginya angka pelecehan dan tindak kriminal lain (seperti pencopetan dan perampokan) terhadap wanita di dalam kendaraan-kendaraan umum.

Sebenarnya, kemudahan-kemudahan yang ditawarkan bagi kaum hawa ini tentu sangat bermanfaat bagi kaum hawa itu sendiri, terutama jika bepergian seorang diri. Fasilitas-fasilitas tersebut tentunya membuat kaum hawa kian merasa aman dan nyaman berada di tempat-tempat umum. Tetapi ada baiknya jika kesemua fasilitas itu tidak menjadi suatu keharusan, melainkan hanya sebagai pilihan bagi para wanita. Dan jangan sampai juga, semua sarana dan prasarana umum benar-benar dibagi menjadi dua bagian, untuk pria dan wanita karena nantinya malah jadi merepotkan.

Dan khusus bagi pria, cobalah untuk lebih menghormati kaum wanita. Salah satu caranya, ya, dengan tidak mencopeti, merampoki, apalagi melecehkan wanita, tetapi justru berusaha menjaga dan melindungi kaum wanita di tempat-tempat umum. Bayangkan saja jika wanita-wanita tersebut adalah ibu ataupun saudara perempuan kita, kita tentu tidak terima dong kalau mereka disakiti??

^nouphz^

Kalau Pacar Bersikap Kasar


Katanya, cinta terkadang menyakitkan. Yupz, kalau kita abis putus sama pacar, seringnya disertai sakit hati. Tapi, kalau masih pacaran aja, udah sering sakit hati gara-gara pacar berlaku kasar, sebagai cewek, kita kudu hati-hati!!

Ada beberapa alasan pacar bersikap kasar pada kita. Bisa jadi, ia tipe posesif. Tanda-tandanya, dia selalu ingin laporan detail dari kita sepanjang waktu mengenai aktivitas kita dan kerap bersikap mengatur berbagai hal dalam diri kita. Jangan termakan oleh gombalan ‘ga ada yang sayang sama kamu, seperti aku menyayangimu’. Bisa jadi juga, ia tipe pencemburu. Tandanya, dia sering menuduh kita selingkuh atau ga suka kita dekat dengan teman kita, terutama yang berlawanan jenis. Dan bisa jadi juga, dia orang yang terobsesi agar kita merasa membutuhkan dia. Tandanya, ia sering meremehkan kita dan tak jarang mempermalukan kita di depan umum. Dia akan selalu membandingkan kita dengan orang lain agar kita tertekan dan selalu menyalahkan kita bila ada masalah apapun dalam hubungan.

Ada tiga bentuk kekerasan dalam pacaran. Yang pertama kekerasan fisik, seperti menampar, memukul, menendang, dan sebagainya yang menyakiti tubuh. Yang kedua berupa emosi, seperti menghina, mengancam, membentak, meremehkan, atau bahkan mempermalukan kita. Dan yang terakhir, yang juga kerap terjadi adalah kekerasan seksual dimana pacar melakukan bentuk tindakan seksual yang ga kita inginkan dengan paksa.

Kalau kita menjadi korban, kita harus berani bilang ke pacar kalau kita merasa disakiti dan ingin dia memperbaiki sikapnya. Bila dia ga juga memperbaiki sikapnya, segera ambil langkah tegas untuk ‘putus’. Ada baiknya, jika kita mengonsultasikan hal ini dengan orang-orang terdekat kita, seperti keluarga ataupun sahabat. Jika kita mengalami luka fisik, kita juga ga usah malu untuk periksa ke dokter. Dan terakhir, bila kekerasan yang kita alami sudah sampai pada taraf parah, kita ga perlu ragu untuk lapor ke Komnas HAM.

Sayangnya, banyak cewek yang menjadi korban kekerasan justru memilih diam. Alasan utamanya adalah pacar selalu minta maaf dan kembali bersikap baik setelah melakukan kekerasan. Asal tahu saja, kemungkinan pacar untuk berubah amat sangat sedikit. Ia justu akan makin ‘menguasai’ kita, secara fisik maupun emosi. Kita juga ga perlu menganggap pacar bertindak kasar karena kitalah yang bersalah karena sebersalah apapun kita, pacar tidak punya hak atas tubuh kita! Yang tak kalah sering terjadi juga adalah pacar mengancam kita untuk tidak mengadukan tindakan kasarnya pada teman dan keluarga kita. Ini sih, sudah jelas menunjukan bahwa dia ‘ga beres’. Dan terakhir, alasan klise bahwa kita cinta sama dia dan ga siap untuk ‘putus’. Cinta memang harus terima pasangan apa adanya. Tapi, Tuhan ga melarang kita untuk memilih. Ia, pastinya, ingin kita mendapatkan yang terbaik bagi diri kita. Salah satunya adalah seseorang yang juga menerima kita apa adanya.

Nah, kalau kita punya teman yang menjadi korban, tapi ga berani mengambil tindakan dengan alasan-alasan di atas, coba bicara dengan teman kita dari hati ke hati. Ingat, jangan pernah menyalahkannya dan bantu kuatkan hatinya dengan mengatakan bahwa dia hanyalah korban, dia tidak pantas diperlakukan kasar, dan yang tak kalah penting, dia berhak untuk bahagia. Bila perlu, kita juga bantu teman kita untuk menceritakan masalah ini pada puhak-pihak yang dapat membantu, baik orang tua, dokter, polisi, maupun Komnas HAM.

^nouphz^
Diringkas dari artikel ‘Pacarku Kasar’ dalam ‘Seventeen’ edisi April 2007




Selasa, 04 Maret 2008

Children Learn What They Live

(by Dorothy Law Nolte)

If children lives with criticism,
he learns to condemn

If children lives with hostility,
he learns to fight

If children lives with ridicule,
he learns to be shy

If children lives with shame,
he learns to feel guilty

If children lives with tolerance,
he learns to be patient

If children lives with encouragement,
he learns to be confident

If children lives with fairness,
he learns justice

If children lives with security,
he learns to have faith

If children lives with approval,
he learns to like himself

If children lives with acceptance and friendship,
he learns to find love in the world


Nah, kira2 gini terjemahannya menurut Drs. Jalaluddin Rakhmat M.Sc. dalam bukunya yang berjudul Psikologi Komunikasi



ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA

Jika anak dibesarkan dengan celaan,
ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan perlakuan yang baik,
ia belajar bersikap adil

Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi dirinya

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan


Huah, keren banget, ya, sajaknya!! Semua orang wajib tahu isi dan makna sajak ini soalnya isi sajak ini bener banget dan bagus banget buat jadi inspirasi orang tua, para kakak, maupun pengasuh anak dalam memperlakukan anak-anak yang mereka asuh. Sayang banget kan kalo kepribadian seseorang jadi rusak gara-gara salah asuhan –yang hanya Tuhan yang tahu berapa persisnya jumlah kasus semacam ini– padahal Tuhan kan udah nyiptain kita baik adanya. So, mari kita buat dunia ini lebih indah dengan belajar memperlakukan orang lain dengan baik karena perbuatan dan pemikiran positif itu dapat menular lho, jadi orang lain juga akan melakukan hal yang baik pula pada sesamanya.

Jumat, 29 Februari 2008

Valentine.. Before, Now, and Then

Perayaan Valentine, yang jatuh pada tanggal 14 Februari, mulanya hanyalah tradisi bangsa Romawi. Ada yang menyebut bahwa Valentine adalah hari penghormatan kepada Dewi Juno yang dianggap sebagai dewi perempuan dan perkawinan sekaligus sebagai hari pra festival Lupercalis dimana para pemuda menarik undian yang berisi nama gadis yang menjadi pasangan mereka dan saling bertukar hadiah dengan pasangannya tersebut.
Setelah bangsa Romawi menjadi Kristen, gereja menggunakan tanggal ini untuk mengenang dua tokoh, yaitu Valentino dan Santo Valentine. Valentino yang seorang tentara Romawi dihukum mati oleh Kaisar Claudius II karena menikah dengan gadis pilihannya. Pada masa itu, kaisar tidak mengijinkan tentara untuk menikah dengan alasan untuk membendung kekuatan bala tentaranya. Sementara Santo Valentine dipukuli dengan tongkat lalu dipenggal kepalanya karena ia bersama Santo Marius dan beberapa martir lain menikahkan pasangan Romawi secara sembunyi-sembunyi. Mereka lalu disebut sebagai santo pelindung bagi pasangan yang sedang jatuh cinta.
Di masa lalu, Valentine dirayakan dengan mengadakan misa untuk mengenang Santo Valentine. Tradisi berkembang dengan meletakan bunga di makam seorang pemuda bernama Valentino yang terkenal karena ketampanannya. Lalu berkembang lagi dengan memberikan bunga kepada orang-orang terkasih. Kemudian, pemberian bunga kadang diganti dengan coklat berbentuk hati. Lalu, berkembang pula tradisi mengirimkan kartu ucapan Valentine. Konon, kartu Valentine adalah kartu ucapan yang pertama kali dibuat, lho.
Di masa sekarang, kebanyakan orang merayakan Valentine hanya sebagai perayaan hura-hura. Valentine tak cuma diadakan dalam persekutuan, tapi juga di mal, hotel, cafe, diskotek, dan tempat hiburan lainnya. Yang mengherankan, sebagian orang juga menganggap ada yang kurang jika Valentine dirayakan tanpa pasangan, sehingga tak jarang orang asal memilih pasangan dengan alasan agar tidak berstatus jomblo di hari Valentine. Padahal Valentine adalah peringatan hari kasih sayang untuk semua orang yang kita kasihi, bukan hanya pasangan saja. Tak jarang juga, perayaan-perayaan Valentine dihiasi dengan aksi mabuk-mabukan, pesta drugs, lalu berakhir dengan one night stand.
Sayang banget kan, kalo perayaan kasih sayang malah berubah jadi bencana buat kita atau orang-orang di sekeliling kita? Sebagai generasi muda, kita kudu waspada ama yang beginian. Ngerayain Valentine siy boleh-boleh aja asal kita tahu cara yang benar untuk mengungkapkan kasih sayang kita buat orang-orang yang kita kasihi dan –jangan lupa juga– kepada Tuhan. Kalau bosan dengan perayaan yang gitu-gitu aja, kita bisa coba lakukan hal baru. Misalnya saja memasak masakan spesial untuk keluarga atau memberi kejutan dengan menata ulang dekorasi rumah; memberi barang unik hasil recycle kreasi sendiri buat teman, pasangan, atau tetangga; menghibur atau memberi pelatihan kreasi seni yang unik pada pasien-pasien di rumah sakit, orang-orang yang mendekam di LP (Lembaga Pemasyarakatan), orang-orang lansia di panti jompo, siswa-siswa di SLB (Sekolah Luar Biasa), atau anak-anak panti asuhan; mengajak teman-teman mengumpulkan dana atau barang untuk disumbangkan pada yang membutuhkan, dan masih banyak lagi. Dijamin, hari Valentine kita bakal tambah seru dan pastinya berkesan!!

*dari berbagai sumber

Sabtu, 09 Februari 2008

Golongan Darah Tentukan Kepribadian Qta??

Wah, wah, menurut Human Science ABO Center Jepang, terdapat 4 dasar kepribadian yang sangat dipengaruhi oleh golongan darah. Apa aja, siy??
GOLONGAN A
- perfeksionis
- teratur/stabil
- mudah stres

GOLONGAN B
- individualis
- ambisius
- moody, destruktif


GOLONGAN AB
- rasional
- kreatif
- emosional, 'dingin'


GOLONGAN O
- berjiwa kepemimpinan
- hangat/penuh kasih
- ambisius

Nah, bener ga tuh?! Tapi walopun itu sifat dasar, sifat-sifat tersebut bisa berubah atau berbeda, tergantung dari lingkungan maupun keinginan kuat si individu itu sendiri. Pelihara sifat yang positif n buang jauh-jauh yang negatif. Wokeh?!

Pengertian Komunikasi Politik

(Niy tugas pertama makul komunikasi politik. Sumbernya macem2, liat sendiri aja. Kesimpulannya, ya tarik sendiri aja. Wokeh?!)

1. Komunikasi politik adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah.
http://romeltea.wordpress.com/2007/08/25/komunikasi-politik/


2. Komunikasi politik adalah komunikasi antara “yang memerintah” dan “yang diperintah”.
http://romeltea.wordpress.com/2007/08/25/komunikasi-politik/

3. Gabriel Almond: Komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik. Komunikasi politik merupakan proses penyampaian pesan-pesan yang terjadi pada saat enam fungsi lainnya itu dijalankan, yaitu sosialisasi dan rekrutmen politik, artikulasi kepentingan, agregasi kepentingan, membuat peraturan, aplikasi peraturan, dan ajudikasi peraturan.. Hal ini berarti bahwa fungsi komunikasi politik terdapat secara inherent di dalam setiap fungsi sistem politik.
Gabriel Almond and G Bingham Powell. 1976. Comparative Politics: A Developmental Approach. New Delhi: Oxford & IBH Publishing Company.

4. Perloff: “Process by which a nation’s leadership, media, and citizenry exchange and confer meaning upon messages that relate to the conduct of public policy.” Komunikasi politik adalah proses dimana pemimpin bangsa, media, dan warga negara mengubah dan memberi makna pada pesan-pesan yang berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan umum.

5. Fagen (1966): “Communicatory activity considered political by virtue of its consequences, actual, and potential, that it has for the funcioning of political systems.” Aktifitas komunikasi dikatakan bersifat politik berdasarkan konsekuensi, kebenaran, dan potensinya yang memiliki fungsi pada sistem politik.

6. Meadow (1980): “Political communication refers to any exchange of symbols or messages that to a significant extent have been shaped by or have consequences for the political system.” Komunikasi politik memiliki makna setiap perubahan simbol-simbol dan pesan-pesan yang signifikan terhadap suatu keadaan politik atau memiliki konsekuensi terhadap sistem politik.

7. Miriam Budiardjo: Komunikasi politik merupakan salah satu fungsi partai politik, yakni menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa –”penggabungan kepentingan” (interest aggregation” dan “perumusan kepentingan” (interest articulation)– untuk diperjuangkan menjadi kebijakan politik.
Prof. Miriam Budiardjo. 1982. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.

8. Jack Plano dkk: Komunikasi politik merupakan penyebaran aksi, makna, atau pesan yang bersangkutan dengan fungsi suatu sistem politik, melibatkan unsur-unsur komunikasi seperti komunikator, pesan, dan lainnya.
Jack Plano, dkk. 1989. Kamus Analisa Politik. Jakarta: Rajawali.

9. Wikipedia: “Political communication is a field of communications that is concerned with politics.” Komunikasi politik merupakan area komunikasi yang memiliki perhatian khusus terhadap aspek politik.

10. Dan Nimmo: Komunikasi politik adalah aktivitas komunikasi yang bermuatan politik untuk tujuan kebajikan dengan berbagai konsekuensi yang mengatur tingkah laku manusia dalam keadaan konflik.
Dan Nimmo. 1982. Komunikasi Politik. Bandung: Rosda.

11. Astrid S. Susanto (1979): Komunikasi politik adalah yang diarahkan pada pencapaian suatu pengaruh sedemikian rupa sehingga masalah yang dibahas oleh jenis kegiatan komunikasi ini, dapat mengikat semua warganya melalui suatu sanksi yang ditentukan bersama oleh lembaga-lembaga politik.

Penanganan Sampah Di Yogyakarta

(Wohoho! Ini adalah salah satu tugas dari sekian banyak tugas makul penulisan berita yang -hanya Tuhan yang tahu kenapa- mengantarkan gue mendapat nilai A. Magic bgt deh, padahal gue sempet kena omel dosen gara2 ga ngumpulin 2 tugas -yg sbenarnya dah gue kerjain cuma males aja ngumpulinnya.. Hehe..)
Pengolahan sampah mandiri dan terpadu perlu diberdayakan.

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, produksi sampah pun ikut melonjak. Sayangnya, produksi sampah yang terbilang banyak, 5.700 m3 per hari dengan jumlah penduduk 3,47 juta jiwa. Sementara sarana pengangkut dan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) di daerah Piyungan Bantul sangat terbatas. Akibatnya, sebesar 3.683 m3 sampah tidak dapat diangkut setiap harinya. Artinya, sebagian besar sampah masih berada di lingkungan tempat tinggal masyarakat.
“Pola pikir sebagian besar masyarakat kita adalah sampah itu kalau bisa jangan sampai ada di depan mata saya. Entah sampahnya mau diapakan, terserah. Yang penting, jangan ada di depan mata saya. Tetapi korbannya adalah orang lain yang tidak bisa apa-apa. Karena akhirnya kan ada di depan orang-orang yang tidak bisa menghindar dari sampah. Sampah, kalau dikelola dengan baik sesungguhnya memiliki potensi ekonomi, dan bukan lagi jadi menjadi masalah. Kenyataan menunjukkan, banyak orang bisa hidup dari sampah. Mereka bahkan bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain,” kata Agus Prasetya, Ph.D., dosen Jurusan Teknik Kimia FT UGM.
Dosen Jurusan Teknik Kimia FT UGM lain, Candra Wahyu Purnomo, M.Eng. menambahkan, “Basic-nya adalah mengubah cara pandang. Bahwa sampah itu bukan masalah. Tapi di situ terkandung potensi. Potensi untuk jadi pupuk, energi, atau untuk dimanfaatkan kembali. Dan itu besar potensinya.”
Sampah sering diidentikan dengan masyarakat kelas bawah, tapi ada temuan bahwa yang bersikap resisten terhadap masalah sampah justru berasal dari kalangan yang berpendidikan tinggi. Mereka cenderung berpikir praktis, tak mau repot-repot mengurus sampah dan memilih membayar tukang sampah.
Sebagian masyarakat memang telah memiliki inisiatif menangani sampah dengan membakar sampah di sekitar tempat tinggalnya. Biasanya mereka melakukannya pada sore hari. Sementara sebagian sisanya memilih membuang sampah ke lahan kosong atau tempat aliran air, seperti selokan atau sungai.
Jika hal ini masih dibiarkan, Yogya akan tercemar dan bukan tak mungkin penyakit semacam demam berdarah atau muntaber mewabahi penduduk. Tak hanya karena sampah mencemari udara, tapi juga karena peternak sapi memberi makan sapi-sapinya dari sampah organik yang diambil dari tempat pembuangan sampah di daerah Bantul. Jika sapi-sapi tersebut kemudian dikonsumsi penduduk, wabah benar-benar tak dapat dihindari lagi.
Untuk itu, pemerintah dan masyarakat perlu mengolah sampah secara mandiri. Tapi pemerintah tak dapat melaksanakan hal ini jika tidak didukung oleh penduduk setempat. Oleh karena, itu perlu adanya kesadaran penduduk Yogya untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya terlebih dahulu.
Ada baiknya jika masyarakat diberi penyuluhan sehingga secara perlahan pandangan mereka tentang sampah dapat berubah. Biasanya masyarakat tak terlalu memikirkan akibat yang ditimbulkan oleh penumpukan sampah dan apa yang dapat mereka peroleh dari sampah.
Salah satu caranya, pemerintah mengajak penduduk Yogya turut mengolah sampah di sekitar tempat tinggal masing-masing. Hal ini dikarenakan sampah terbesar berasal dari rumah tangga.
Masyarakat diberi arahan untuk memilah sampah organik dan nonorganik. Yang organik dapat dibuat kompos untuk tingkat rumah tangga, sementara yang nonorganik dapat didaur ulang, dibuat kerajinan, lalu ada yang dikumpulkan untuk dijual, seperti sampah plastik. Dengan demikian, sampah yang dibuang ke TPA akan jauh lebih sedikit sehingga akan memperpanjang waktu pemakaian TPA.
Di kawasan TPA sendiri, pemerintah dapat melakukan penanganan sampah terpadu denan cara mereduksi sampah, yaitu mengurangi sampah sampai dengan menghabiskan timbunan sampah di TPA.
Proses awal adalah memisahkan jenis plastik, logam, kaca dan sampah organik secara mekanis. Setelah terpisah, sampah plastik didaur ulang menjadi biji plastik, sedangkan logam dan kaca diberikan ke pemulung atau kalau dana ada juga bisa dilebur dilokasi TPA dan hasilnya bisa dijual; aluminium foil (bekas kaleng minuman, pasta gigi, pelapis bungkus susu bubuk/roti dll) juga bisa dilebur sehingga menjadi lempengan aluminium, dan sampah organik bisa diproses menjadi pakan, sedangkan sampah organik yang sudah lama/terdekomposisi diproses menjadi pupuk.
Sampah organik berupa sisa sayur dan buah yang menghiasi pasar-pasar di Yogyakarta tentu sangat berguna jika diolah menjadi pupuk kompos ketimbang dibuang begitu saja. Untuk itu, sampah organik tersebut dapat dikumpulkan di TPA kemudian diproses dengan Zymotech.
Zymotech dilaksanakan dengan cara memanfaatkan berbagai jenis mikroorganisme yang terseleksi dan teruji mempunyai fungsi bermacam-macam seperti penghilang bau, akselerator proses dekomposisi sampah, pendegrasi selulosa (mikroba selulotik), pelarut fosfat dan lain-lain yang diperlukan tanaman.
Zymotech dapat mengubah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis, produk yang dihasilkan dapat sebagai alternatif mengatasi kelangkaan pupuk.
Pemakaian pupuk hasil Zymotech ini tidak merusak tanah bila dipakai dalam jangka waktu panjang, tetapi justru dapat merehabilitasi tanah dengan meningkatkan kesuburan kimia, fisika biologi tanah. Hal ini sejalan dengan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Penanganan sampah terpadu di TPA ini juga memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya.
Penanganan ini dilakukan bukan hanya karena tempat pembuangan sampah yang terbatas, melainkan juga karena pemerintah Yogya memerlukan sedikitnya 35 ton pupuk kompos setiap tahun untuk tanaman di wilayah publik milik pemerintah kota. Adanya pengolahan sampah organik akan membantu pemerintah mengefektifkan anggaran, baik bagi pembuang sampah maupun bagi penghijauan kota.
Yang tak kalah penting lainnya adalah konsistensi pemerintah dan penduduk setempat dalam menangani sampah, baik secara mandiri maupun terpadu. Penanganan sampah tidak bisa dilakukan sesaat saja, tetapi harus berkelanjutan. Jika tidak, maka sia-sialah semua penanganan yang telah dilakukan sebelumnya.
Yogya bersih karena masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri.