Jumat, 02 Mei 2008

Kalau Pacar Bersikap Kasar


Katanya, cinta terkadang menyakitkan. Yupz, kalau kita abis putus sama pacar, seringnya disertai sakit hati. Tapi, kalau masih pacaran aja, udah sering sakit hati gara-gara pacar berlaku kasar, sebagai cewek, kita kudu hati-hati!!

Ada beberapa alasan pacar bersikap kasar pada kita. Bisa jadi, ia tipe posesif. Tanda-tandanya, dia selalu ingin laporan detail dari kita sepanjang waktu mengenai aktivitas kita dan kerap bersikap mengatur berbagai hal dalam diri kita. Jangan termakan oleh gombalan ‘ga ada yang sayang sama kamu, seperti aku menyayangimu’. Bisa jadi juga, ia tipe pencemburu. Tandanya, dia sering menuduh kita selingkuh atau ga suka kita dekat dengan teman kita, terutama yang berlawanan jenis. Dan bisa jadi juga, dia orang yang terobsesi agar kita merasa membutuhkan dia. Tandanya, ia sering meremehkan kita dan tak jarang mempermalukan kita di depan umum. Dia akan selalu membandingkan kita dengan orang lain agar kita tertekan dan selalu menyalahkan kita bila ada masalah apapun dalam hubungan.

Ada tiga bentuk kekerasan dalam pacaran. Yang pertama kekerasan fisik, seperti menampar, memukul, menendang, dan sebagainya yang menyakiti tubuh. Yang kedua berupa emosi, seperti menghina, mengancam, membentak, meremehkan, atau bahkan mempermalukan kita. Dan yang terakhir, yang juga kerap terjadi adalah kekerasan seksual dimana pacar melakukan bentuk tindakan seksual yang ga kita inginkan dengan paksa.

Kalau kita menjadi korban, kita harus berani bilang ke pacar kalau kita merasa disakiti dan ingin dia memperbaiki sikapnya. Bila dia ga juga memperbaiki sikapnya, segera ambil langkah tegas untuk ‘putus’. Ada baiknya, jika kita mengonsultasikan hal ini dengan orang-orang terdekat kita, seperti keluarga ataupun sahabat. Jika kita mengalami luka fisik, kita juga ga usah malu untuk periksa ke dokter. Dan terakhir, bila kekerasan yang kita alami sudah sampai pada taraf parah, kita ga perlu ragu untuk lapor ke Komnas HAM.

Sayangnya, banyak cewek yang menjadi korban kekerasan justru memilih diam. Alasan utamanya adalah pacar selalu minta maaf dan kembali bersikap baik setelah melakukan kekerasan. Asal tahu saja, kemungkinan pacar untuk berubah amat sangat sedikit. Ia justu akan makin ‘menguasai’ kita, secara fisik maupun emosi. Kita juga ga perlu menganggap pacar bertindak kasar karena kitalah yang bersalah karena sebersalah apapun kita, pacar tidak punya hak atas tubuh kita! Yang tak kalah sering terjadi juga adalah pacar mengancam kita untuk tidak mengadukan tindakan kasarnya pada teman dan keluarga kita. Ini sih, sudah jelas menunjukan bahwa dia ‘ga beres’. Dan terakhir, alasan klise bahwa kita cinta sama dia dan ga siap untuk ‘putus’. Cinta memang harus terima pasangan apa adanya. Tapi, Tuhan ga melarang kita untuk memilih. Ia, pastinya, ingin kita mendapatkan yang terbaik bagi diri kita. Salah satunya adalah seseorang yang juga menerima kita apa adanya.

Nah, kalau kita punya teman yang menjadi korban, tapi ga berani mengambil tindakan dengan alasan-alasan di atas, coba bicara dengan teman kita dari hati ke hati. Ingat, jangan pernah menyalahkannya dan bantu kuatkan hatinya dengan mengatakan bahwa dia hanyalah korban, dia tidak pantas diperlakukan kasar, dan yang tak kalah penting, dia berhak untuk bahagia. Bila perlu, kita juga bantu teman kita untuk menceritakan masalah ini pada puhak-pihak yang dapat membantu, baik orang tua, dokter, polisi, maupun Komnas HAM.

^nouphz^
Diringkas dari artikel ‘Pacarku Kasar’ dalam ‘Seventeen’ edisi April 2007




Perempuan Indonesia Dulu dan Sekarang


Sepanjang sejarah, kaum perempuan memang kerap termarginalisasi. Ga percaya?? Coba simak pendapat 4 cendikiawan di bawah ini.

Plato menyatakan, “Perempuan harus diawasi seperti hewan peliharaan.” Aristoteles mengatakan, “Perempuan sesungguhnya adalah defect male.” Thomas Aquinas menambahkan, “Perempuan bukan makhluk ciptaan pertama seperti laki-laki.” Sementara Imanuel Kant berpendapat, “Perempuan bisa bersenang-senang, menyukai kemewahan.”

Di Indonesia sendiri, perempuan pada masa lampau juga mengalami berbagai ketidakadilan. Mulai dari tindak pingitan, larangan sekolah ‘tinggi-tinggi’, dijodohkan dengan orang yang tidak dikenal, sampai dengan dipoligami. Kasian banget kan??

Nah makanya, kita patut meneladani Ibu Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, Christina Martha Tiahahu, dan para pejuang wanita lainnya yang berjuang baik demi kesetaraan derajat perempuan dengan laki-laki, maupun demi membela bangsa.

Sebenarnya saat ini pun, banyak perempuan masih mengalami ketidakadilan gender. Tak jarang, orang tua tanpa sadar lebih mendahulukan kepentingan anak laki-laki ketimbang anak perempuan mereka. Dalam pekerjaan semacam kontraktor, teknisi, montir, dan sebagainya, kaum perempuan juga seringkali diremehkan. Dan yang cukup mengenaskan saat ini adalah tingginya angka kekerasan terhadap perempuan, baik dalam rumah tangga maupun dalam hubungan pacaran.

Kodrat perempuan memang harus tunduk pada laki-laki (suaminya nanti). Tetapi perempuan diciptakan Tuhan sederajat dengan laki-laki (ingat cerita penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam?) dan berhak memperoleh penghargaan yang sama dengan laki-laki. Dan tentu saja, berhak hidup bahagia..

^nouphz^

My Inspirational Teacher


Aku memiliki seorang guru wanita yang sangat aku kagumi. Namanya adalah Ibu Lusia Sutanto, yang biasa kusapa Ibu Lusi. Aku mengenalnya sekitar 4 tahun yang lalu dan hanya pernah bertemu dengannya selama 2 bulan saja saat aku masuk asrama khusus bimbingan intensif SPMB.

Ibu Lusi adalah seorang guru yang baik hati sekaligus tegas, dan yah.. kadang cerewet sih.. Tapi aku salut banget karena beliau sangat bersemangat dalam menjalani aktivitasnya yang syuper-dyuper padat. Yang aku tahu, jam 4 dini hari, beliau sudah bangun tidur. Padahal, saya dan teman-teman tak jarang masih bertemu dengannya atau mendengar suaranya di tengah malam. Jadi, waktu tidurnya pasti kurang dari 5 jam. Namun, walau waktu istirahatnya hanya sedikit, ia selalu tampak fresh.

Beliau seorang yang rajin berdoa. Dia selalu menyuruh kami berkumpul bersamanya setiap pagi untuk beribadah bersama. Dan.. tak hanya pagi.. juga siang, sore, dan malam sebelum tidur dengan alasan agar waktu aktivitas kami sama dengan teman-teman lain yang mayoritas beragama Muslim dan harus melakukan sholat 5 waktu. Salah satu teman saya bahkan berkomentar bahwa ia tidak akan pernah berdoa dan beribadah sebanyak itu dalam sehari jika tidak masuk asrama.

Beliau juga sering mengajarkan kami banyak hal dengan membawa kami ke tempat-tempat yang mungkin tak pernah kami bayangkan untuk kami kunjungi. Misalnya, untuk memperluas pengetahuan kami, beliau membawa kami ke salah satu stasiun televisi, pabrik uang negara, dan pabrik baterai.

Tetapi yang paling membekas di hati saya adalah ketika beliau membawa kami puluhan kilometer jauhnya untuk mengunjungi sebuah panti tuna ganda, rumah tempat perawatan anak-anak yang mengalami lebih dari 1 kecacatan fisik. Sepulangnya dari tempat itu, kami semua hanya terdiam dan merenung dalam hati. Pada hari itu, beliau mengajarkan kepada kami bahwa ada begitu banyak hal yang patut disyukuri dalam hidup ini. Mata yang dapat melihat, telinga yang dapat mendengar, suara yang dapat dikumandangkan, kaki yang dapat berjalan, tangan yang dapat digerakan, bahkan kulit yang dapat meraba!!

Para karyawan asrama juga sering memuji beliau. Mereka bercerita pada kami bahwa beliau memiliki begitu banyak anak asuh, bukan hanya dari kalangan tidak mampu, tetapi juga anak-anak yang cacat ataupun dibuang di tempat sampah oleh orang tuanya. Beliau juga aktif di banyak organisasi sosial, mulai dari yang mengurus kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat, sampai dengan organisasi keagamaan. Beliau juga turut membantu misi penginjilan di berbagai tempat di Indonesia. Bahkan seorang karyawannya pernah bercerita bahwa sudah puluhan mobil yang ia berikan untuk memudahkan para Romo bermisi di daerah-daerah terpencil.

Lucunya lagi, beberapa karyawan di asrama itu ternyata adalah wiraswasta ataupun lulusan universitas bergengsi di Indonesia. Tapi mereka bersedia membantu beliau mengurus asrama sebagai bentuk terima kasih atas didikan dan kebaikan hati beliau.

Dan yang tidak akan pernah aku lupakan adalah ketika lewat sebulan tinggal di asrama, aku minta izin keluar dari asrama karena aku sudah diterima di salah satu PTN dan kedua orang tuaku memutuskan untuk mengeluarkanku dari asrama. Beliau justru menahanku untuk tetap tinggal karena tahu sebenarnya aku masih berharap dapat lolos SPMB dan masuk PTN lain yang lebih dekat dengan rumahku. Beliau bahkan membebaskan tagihan asramaku yang masih sisa sebulan lagi, asalkan aku benar-benar niat belajar. Huah, aku seneng banget!! Aku bahkan tak hanya berusaha giat belajar, tapi juga berusaha membantu teman-temanku di asrama yang mengalami kesulitan belajar walau semua itu ga akan bisa membalas kebaikan beliau.

Pada akhirnya, aku memang ga lolos SPMB, tapi aku mendapatkan banyak hal yang jauh lebih berharga daripada itu, baik teman, pengetahuan, dan juga hati yang melayani.. Seperti slogan beliau yang kalau ga salah kira-kira bunyinya begini: “Berikan hati untuk mengasihi, berikan tangan untuk melayani..”

Bu Lusi, doomo arigato gozaimashita (terima kasih banyak). You’re inspired me!! Oshigoto ganbatte kudasai (Bersemangatlah dalam pekerjaan Anda). Ganbarimasu!!

^nouphz^

Senin, 07 April 2008

Beda Suka, Sayang, & Cinta


SUKA adalah saat kamu melihatnya, dan kamu akan berkata, "Ia sangat cantik dan menawan."
SAYANG adalah saat kamu melihatnya, dan kamu akan melihatnya dari hatimu dan bukan dari matamu.
CINTA adalah saat kamu melihatnya, dan kamu akan berkata, "Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."

Pada saat kamu SUKA pada seseorang, kamu akan memaksanya untuk menyukaimu.
Pada saat kamu SAYANG pada seseorang, kamu akan membiarkannya memilih.
Pada saat kamu CINTA pada seseorang, kamu akan selalu menantinya dengan setia dan tulus.

Saat kamu SUKA pada seseorang, kamu ingin memilikinya.
Saat kamu SAYANG pada seseorang, kamu ingin membuatnya bahagia.
Saat kamu CINTA pada seseorang, kamu mau melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kamu harus mengorbankan jiwamu.

Saat kamu berada di sisi orang yang kamu SUKA, kamu akan bertanya, "Bolehkah aku menciummu?"
Saat kamu berada di sisi orang yang kamu SAYANG, kamu akan bertanya, "Bolehkah aku memelukmu?"
Saat kamu berada di sisi orang yang kamu CINTA, kamu akan menggenggam erat tangannya...

SUKA adalah saat dimana kamu akan menemaninya bila itu menguntungkan.
SAYANG adalah saat dimana kamu akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
CINTA adalah saat dimana kamu akan menemaninya apapun keadaanmu.

SUKA adalah saat ia menangis, dan kamu akan berkata, "Sudahlah, jangan menangis."
SAYANG adalah saat ia menangis, dan kamu akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kamu akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."

Pada saat orang yang kamu SUKA menyakitimu, kamu akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kamu SAYANG menyakitimu, kamu akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kamu CINTA menyakitimu, kamu akan berkata, "Tak apa, dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."

SUKA adalah hal yang menuntut.
SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
CINTA adalah hal memberi dengan tulus.

-anonim-
edited by ^nouphz^

Pelangi Persahabatan


Suatu ketika, warna-warna pelangi mulai bertengkar.
Masing-masing berpendapat bahwa dialah yang terbaik,
yang terutama, dan yang terpopuler.

Si Hijau berkata:
"Terus terang saja, akulah yang paling penting.
Aku adalah harapan.
Pohon, rerumputan, juga dedaunan memilih warnaku.
Tanpa aku, hewan-hewan akan mati.
Lihatlah ke segala penjuru negeri ini, aku ada di mana-mana."


Si Biru menginterupsi:
"Jangan pikirkan bumi tanpa melihat langit dan lautan.
Air adalah sumber kehidupan yang dijatuhkan oleh awan biru yang berasal dari lautan.
Langit adalah ruang kedamaian dan ketenangan.
Tanpa itu semua, apalah artinya."

Kuning tertawa kecil:
"Kalian begitu serius!
Aku pembawa keriangan, keceriaan dan kehangatan di bumi ini.
Kuning adalah matahari, bulan dan juga bintang.
Setiap saat kau mengamati bunga matahari, maka dunia pun mulai tersenyum.
Tanpaku, tak akan ada kegembiraan."

Jingga menimpali:
"Aku adalah warna kesehatan dan kebugaran.
Boleh jadi aku warna yang langka, tetapi aku berharga.
Aku banyak memberi vitamin yang menjaga kehidupan manusia.
Lihat saja wortel, labu, jeruk, mangga, juga pepaya.
Aku memang tidak terlihat setiap saat.
Tapi, warnaku memenuhi langit tatkala fajar dan tatkala mentari terbenam.
Tak ada keindahan yang seindah ini.
Kecantikanku sungguh memukau."


Si Merah tak tahan juga dan mulai berteriak:
"Aku adalah penguasa kalian semua!
Aku adalah darah, darah adalah kehidupan!
Aku adalah lambang keberanian dan lonceng bahaya.
Aku akan berjuang, tak kenal takut.
Aku pemberi semangat di dalam tubuh.
Tanpaku dunia akan sepi seperti rembulan.
Aku adalah warna gairah dan semangat.
Seperti juga mawar merah - tanda cinta."

Si Ungu pun angkat bicara:
"Aku adalah warna kesetiaan dan kekuasaan.
Raja dan pemimpin senantiasa memilih aku sebagai lambang kewenangan dan kebijaksanaan. Rakyat tak akan pernah menyanggah.
Mereka mendengar dan patuh"

Akhirnya Si Nila berbicara,
lebih tenang dari yang lain, tetapi dengan segala keteguhan hati:
"Perhitungkan aku juga.
Aku adalah warna keteduhan.
Kalian hampir tidak memperhatikannya.
Tanpaku, kalian semua tidak berarti.
Aku mewakili pikiran dan refleksi dari kedewasaan senjakala dan kedalaman air.
Kalian membutuhkan aku agar dapat melihat perbedaan serta keseimbangan
dalam doa dan kedamaian hati."

Warna-warna itu saling membual,
masing-masing berusaha meyakinkan bahwa dialah yang terhebat.
Mereka berperang kata dan berteriak semakin keras.
Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh kilat yang menyambar serta suara guntur yang menggelegar. Hujan tercurah lebat tanpa belas kasihan.
Warna-warna meringkuk ketakutan, saling merapat mencoba memperoleh rasa aman.

Di tengah kegaduhan itu, Hujan berkata:
"Kalian warna-warna tolol, saling bertengkar untuk memenangkan perdebatan ini.
Tahukah kalian semua?
Kalian masing-masing diciptakan untuk suatu tujuan yang istimewa, unik dan saling berbeda. Saling bergandengan tangan dan kemarilah."

Warna-warna itu pun bersatu saling bergandengan tangan.

Sang Hujan meneruskan lagi:
"Mulai sekarang, apabila hujan turun,
kalian akan membentangkan diri di langit bagaikan busur raksasa,
sebagai tanda bahwa kalian cinta hidup dalam damai.
Pelangi, tanda harapan akan hari esok."

Maka, di mana pun hujan membasahi bumi dan pelangi menghiasi langit,
ingatlah untuk saling mengasihi dan menghormati satu sama lain.

Persahabatan itu bagaikan pelangi:
Merah bagaikan buah apel, terasa manis di dalamnya.
Jingga bagaikan kobaran api yang tak akan pernah padam.
Kuning bagaikan mentari yang menyinari hari-hari kita.
Hijau bagaikan tanaman yang tumbuh subur.
Biru bagaikan air jernih alami.
Ungu bagaikan kuntum bunga yang merekah.
Nila-lembayung bagaikan mimpi-mimpi yang mengisi kalbu.

-anonim-
edited by ^nouphz^

Senin, 24 Maret 2008

Belajar Hidup Lebih Hidup


Belajar lebih dari sekedar mendengar, perhatikanlah..

Belajar lebih dari sekedar berbicara, berkomunikasilah..

Belajar lebih dari sekedar belanja, berinvestasilah..

Belajar lebih dari sekedar bertumbuh, berkembanglah..

Belajar lebih dari sekedar berpikir, berkreasilah..

Belajar lebih dari sekedar setuju, bekerjasamalah..

Belajar lebih dari sekedar memutuskan, bijaksanalah..

Belajar lebih dari sekedar memaafkan, lupakanlah..

Belajar lebih dari sekedar menolong, layanilah..

Belajar lebih dari sekedar bermimpi, bertindaklah..

Belajar lebih dari sekedar menasihati, tolonglah..

Belajar lebih dari sekedar melihat, rasakanlah..

Belajar lebih dari sekedar bertambah, berlipatgandalah..

Belajar lebih dari sekedar membaca, terapkanlah..

Belajar lebih dari sekedar menghapal, pahamilah..

Belajar lebih dari sekedar menghitung, rumuskanlah..

Belajar lebih dari sekedar memberi dorongan, inspirasikanlah..

Belajar lebih dari sekedar merenung, berdoalah..

Belajar lebih dari sekedar berbagi, berilah..

Belajar lebih dari sekedar mempertimbangkan, berkomitmenlah..

Belajar lebih dari sekedar menyanyi, menyembahlah..

Belajar lebih dari sekedar belajar, berprestasilah..

Belajar lebih dari sekedar membaca dan merenungkan firman Tuhan, lakukanlah..
Belajar lebih dari sekedar hidup, hiduplah bagi Tuhan..



-anonim-
edited by ^nouphz^
source: ‘Devoted’ Daily Reflection - ‘New You’ Edition

Ikan Salmon


Seekor ikan salmon
Lepas pergi menuju hilir
Ia siap pergi merantau
Ia siap lintasi samudra

Kemudian, ia pulang
Tapi hulu begitu jauh
Hulu begitu tinggi
Sanggupkah ia pulang??

Jalan begitu panjang
Arus kencang menentang
Hewan buas datang menghadang
Sanggupkah ia pulang??

Ya, ia sanggup
Ia sanggup sampai ke hulu
Tapi, untuk apa??
Hanya untuk bertelur.. lalu mati..
Tapi, untuk apa??
Menetaskan ribuan ikan baru
Menjaga kelangsungan hidup keturunannya.. lalu mati..

Lantas, bagaimana dengan kita??
Jika kita seorang anak,
Maukah kita melakukannya untuk keluarga kita??
Jika kita seorang teman,
Maukah kita melakukannya untuk teman kita??
Jika kita seorang anak Tuhan,
Maukah kita melakukannya untuk musuh kita??
Karena jika kita adalah Yesus,
Kita akan melakukannya untuk seluruh dunia..


created by ^nouphz^
terinspirasi dari renungan harian Devoted edisi ‘New You’ dalam tema ‘Musim Baru’

Kisah 3 Pohon

Dahulu kala, 3 pohon berteman dengan rukun. Pohon I berkata, ”Aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi oleh benda-benda yang begitu indah dan mahal, seperti emas, perak, dan permata.” Lalu, Pohon II membalas, “Kalau aku ingin menjadi sebuah kapal kuat dan besar. Aku akan mengangkut raja-raja berlayar ke seluruh penjuru dunia.” Tak mau kalah, Pohon III berkata, “Aku akan menjadi pohon yang tinggi. Setiap orang yang memandangku akan berpikir betapa dekatnya aku dengan Tuhan. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan setiap orang akan mengingatku.”
Setelah berdoa beberapa tahu agar keinginan mereka terkabul, sekelompok penebang kayu menebang ketiga pohon tersebut. Pohon I dibawa ke tukang kayu dan dijadikan kotak jerami. Pohon II dibawa ke tempat pembuatan kapal dan dijadikan perahu nelayan yang kecil. Sementara, Pohon III dipotong-potong, lalu dibiarkan teronggok dalam gelap. Tahun demi tahun berlalu, ketiga pohon tersebut mulai melupakan impian mereka.
Suatu malam, sepasang suami istri tiba di sebuah kandang. Sang istri melahirkan seorang bayi, lalu meletakan bayinya di tumpukan jerami dalam sebuah kotak kayu yang terbuat dari Pohon I. para gembala datang menyembah bayi itu. Akhirnya Pohon I sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terindah sepanjang masa.
Puluhan tahun kemudian, sekelompok pria naik ke atas perahu nelayan yang terbuat dari Pohon II.
Di tengah danau, badai besar datang dan Pohon II berpikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tiba-tiba seorang pria berdiri dan berkata, “Diam! Tenanglah!”, dan badai pun berhenti. Tahulah si Pohon II, bahwa ia ia telah mengangkut Raja di atas segala raja.
Selang beberapa tahun kemudian, seseorang datang dan mengambil potongan Pohon III. Ia dipikul sepanjang jalan, sementara pria yang memikulnya diejek oleh orang-orang. Pria tersebut kemudian dipakukan padanya dan wafat di puncak bukit. Kemudian, dia sadar bahwa ia begitu dekat dengan Tuhan karena rupanya Yesuslah yang disalibkan padanya.
Ketiga pohon tersebut mendapatkan apa yang mereka impikan dengan cara yang jauh lebih indah daripada yang pernah mereka bayangkan sebelumnya!! Kadang situasi tidak seperti yang kita inginkan, kadang kita merasa hidup kita tak berarti, kadang keadaan membuat kita putus asa. Tapi jika kita berharap padaNya, percayalah, Ia akan memberikan berkat-berkatNya yang luar biasa dengan caraNya yang dasyat dan waktuNya yang sempurna..
-anonim-
edited by ^nouphz^

Selamat Natal!!

Natal dan Paskah–Dua Bagian pada Buku yang Sama

Pada pagi hari Paskah yang lalu, saat saya berjalan ke gereja, saya melihat teman saya dan berkata, “Selamat Natal!” Dengan cepat saya meralat ucapan saya, “Maksud saya, Selamat Paskah!”
“Yang satu tak ada tanpa yang lain,” kata teman saya sambil tersenyum.
Memang benar! Natal dan Paskah adalah perayaan sukacita tahunan bagi orang Kristen. Yang pertama, kita merayakan kedatangan Yesus ke dunia sebagai tanda mata dari Bapa (Yoh. 3: 16). Dan yang kedua, kita merayakan kebangkitanNya dari kubur sebagai pertanda kemenanganNya atas maut (Yoh. 11: 25). Kedua hari ini tak dapat berdiri secara terpisah karena merupakan bagian penting dalam ‘rancangan besar’ Allah. Bapa mengutus Yesus, putra tunggalNya datang ke dunia untuk mati bagi kita yang berdosa dan untuk menaklukan maut agar kita dapat hidup.
Di antara keduanya, mana yang lebih penting? Natal–hari kelahiran Yesus, atau Paskah–hari kebangkitanNya? Tanpa Natal, tidak akan ada Paskah. Bila Yesus tidak lebih dahulu mengambil tupa manusia, ia tidak dapat mati, apalagi bangkit dari kematian. Sementara tanpa Paskah, Natal tidak berarti apa-apa. Jika Yesus hanya lahir dan mati, lantas apa bedanya Ia dengan kita, manusia biasa? Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keduanya sama-sama penting; keduanya tidak dapat berdiri sendiri, dan; keduanya merupakan bukti nyata kasih Allah bagi kita.
Jadi, Selamat Natal! Dan, Selamat Paskah!

Diterjemahkan dari Our daily Bread 2008 Edition dengan judul yang sama dengan perubahan.
^nouphz^